Rilis ID Institute – 10% Masyarakat Indonesia Tidak Pakai Internet Karena Tidak Paham Teknologinya

Jakarta (9/11) – 10% Masyarakat Indonesia mengaku tidak menggunakan internet karena tidak memahami teknologinya. Hal ini terungkap dalam survey yang dikeluarkan oleh APJII, 9 November 2020.

Selain itu, biaya yang tinggi juga menjadi kendala dalam mengakses internet. “7,4% masyarakat Indonesia dapat disimpulkan tidak menggunakan internet karena masalah biaya. 7,4% itu terdiri dari 4,0% tidak memiliki smartphone, 1,5% tidak punya komputer, 1,0% terlalu mahal membeli perangkatnya, dan 0,9% mahal biaya pakai atau beli kuotanya,” terang Svaradiva Ketua Internet Development Institute.

Poin lain yang juga harus diperhatikan adalah tingginya pengguna layanan operator seluler di Indonesia. “97,1% masyarakat Indonesia menggunakan paket data (kuota) dari operator seluler. Ketergantungan pada internet sangat dirasakan di masa pandemi ini karena mayoritas orang bekerja via mobile/WFH,” jelasnya lebih lanjut.

Selama ini Pemerintah telah menjalankan kampanye literasi digital hingga ke pelosok daerah. Namun, kampanye literasi digital tersebut akan menjadi tidak relevan pada masyarakat yang tidak dapat mengakses internet. “Kami harap Pemerintah dapat memberikan insentif untuk menutup kesenjangan literasi digital dan biaya teknologi, setidaknya seperti yang dilakukan Kemendikbud 2 bulan terakhir untuk mahasiswa dan pelajar. Namun, perlu diingat bahwa saat ini penduduk usia kerja lebih banyak dibandingkan penduduk usia sekolah. Harapannya, masyarakat Indonesia yang belum merasakan internet juga turut dapat merasakan manfaat dan dampak baik berkat kemajuan teknologi,” tutupnya. (rh).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *