BAB I

KETENTUAN UMUM

Anggaran Rumah Tangga ini merupakan aturan pelaksanaan Anggaran Dasar Perkumpulan Internet Development Institute yang mengatur aspek operasional, keuangan, dan tata kelola Perkumpulan.

Pasal 1

Penjelasan Umum

  1. Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan Internet Development Institute merupakan satu kesatuan dan melengkapi Anggaran Dasar Perkumpulan.
  2. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan disahkan dalam Rapat Umum Anggota yang sah.
  3. Ketentuan-ketentuan yang tidak dan/atau belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan diatur dalam Surat Keputusan Perkumpulan.
  4. Surat Keputusan Perkumpulan ditandatangani oleh Ketua Perkumpulan dengan persetujuan Dewan Pengurus Perkumpulan dan dengan sepengetahuan Dewan Pengawas Perkumpulan.
  5. Apabila terdapat aturan yang bertentangan antara Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Surat Keputusan Perkumpulan, maka pedoman tertinggi adalah Anggaran Dasar, diikuti oleh Anggaran Rumah Tangga, dan Surat Keputusan Perkumpulan.

Pasal 2

Nama Perkumpulan

  1. Nama organisasi yang telah dibentuk sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar Perkumpulan adalah PERKUMPULAN INTERNET DEVELOPMENT INSTITUTE, selanjutnya disebut ID INSTITUTE.
  2. Bentuk, format, grafis, tulisan ID INSTITUTE merupakan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang berkekuatan hukum serta dapat digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB II

KEANGGOTAAN

Pasal 3

Syarat Keanggotaan

  1. Keanggotaan ID Institute bersifat terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia.
  2. ID Institute bersifat non-diskriminasi dan tidak memperhatikan latar belakang keturunan, suku, ras, agama, kepercayaan, pandangan politik, ideologi, jender, profesi, dan disabilitas dalam keanggotaannya.
  3. Setiap anggota ID Institute harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:
    • Warga Negara Indonesia;
    • Berusia 17-60 tahun;
    • Memiliki visi pengembangan internet secara positif;
    • Tidak sedang dihukum oleh keputusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
    • Menyatakan keinginan untuk menjadi anggota ID Institute;
    • Bersedia mengikuti ketentuan dalam AD/ART.
  4. Calon anggota ID Institute wajib mengikuti proses penerimaan keanggotaan yang dijalankan oleh Komite Penerimaan Anggota Baru.
  5. Komite Penerimaan Anggota Baru dan proses penerimaan anggota baru ditetapkan dalam Surat Keputusan Perkumpulan.
  6. Komite Penerimaan Anggota Baru melaporkan hasil kerja kepada Rapat Umum Anggota.
  7. Rapat Umum Anggota mengesahkan penerimaan anggota baru perkumpulan.

Pasal 4

Hak dan Kewajiban Anggota

  1. Seluruh anggota perkumpulan memiliki hak dan kewajiban yang sama.
  2. Setiap anggota perkumpulan mempunyai hak-hak sebagai berikut:
  • Memilih dan dipilih dalam Dewan Pembina, Dewan Pengawas, dan Dewan Pengurus ID Institute.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ID Institute.
  • Menggunakan hak suara dalam Rapat Perkumpulan.
  • Memperoleh informasi secara terbuka dari Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus ID Institute.
  1. Setiap anggota perkumpulan mempunyai kewajiban-kewajiban sebagai berikut:
  • Menjunjung tinggi nama baik ID Institute, memahami, menaati, dan tunduk pada AD/ART dan Keputusan ID Institute;
  • Menyumbangkan tenaga, pikiran, dan keahlian sesuai dengan kemampuan.
  • Menjalin hubungan baik dengan sesama anggota ID Institute.
  • Tunduk pada peraturan perundangan Republik Indonesia.
  • Membayar iuran keanggotaan yang besarnya ditetapkan dalam Surat Keputusan Perkumpulan

Pasal 5

Masa Keanggotaan

Keanggotaan ID Institute berakhir apabila:

  1. Meninggal dunia;
  2. Berusia lebih dari 60 tahun;
  3. Dipidana oleh keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap;
  4. Mengundurkan diri;
  5. Melanggar AD/ART dan ditetapkan dalam keputusan RUA setelah diberi kesempatan untuk membela diri.

BAB III

KEPENGURUSAN

Pasal 6

Masa kepengurusan ID Institute berlaku selama 3 (tiga) tahun sejak ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota.

Pasal 7

Kepengurusan ID Institute dijalankan oleh:

  1. Dewan Pembina Perkumpulan;
  2. Dewan Pengawas Perkumpulan;
  3. Dewan Pengurus Perkumpulan;

Pasal 8

Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus ID Institute tidak boleh merangkap jabatan sebagai:

  1. Pejabat Negara
  2. Aparatur Sipil Negara eselon 2 ke atas
  3. Anggota Kepolisian dengan pangkat Komisaris Polisi ke atas
  4. Anggota TNI dengan pangkat Perwira Menengah ke atas
  5. Pengurus partai politik di tingkat pusat maupun wilayah
  6. Direktur atau Komisaris BUMN/BUMD

Pasal 9

Selain memenuhi seluruh persyaratan sebagai anggota, anggota Dewan Pengurus harus berusia maksimal 40 tahun saat diangkat.

Pasal 10

Dewan Pembina Perkumpulan

  1. Dewan Pembina Perkumpulan dipilih dalam Rapat Umum Anggota
  2. Dewan Pembina Perkumpulan sekurang-kurang terdiri dari:
    • 1 (satu) orang Ketua
    • 1 (satu) orang Sekretaris
  3. Dewan Pembina Perkumpulan bertugas membina Perkumpulan melalui pembinaan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus Perkumpulan.
  4. Dewan Pembina Perkumpulan bertugas menyelesaikan perselisihan antara Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus.
  5. Dewan Pembina tidak punya hak mencampuri keputusan Dewan Pengurus dalam menjalankan tugasnya, kecuali Dewan Pengawas melaporkan adanya pelanggaran.
  6. Dewan Pembina wajib melakukan pembinaan terhadap Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus tiap bulan, atau jika diminta.
  7. Dewan Pembina Perkumpulan membubarkan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus jika terjadi pelanggaran AD/ART dan melaksanakan Rapat Umum Anggota Luar Biasa untuk memilih Kepengurusan baru.

 

 

Pasal 11

Dewan Pengawas Perkumpulan

  1. Dewan Pengawas Perkumpulan dipilih dalam Rapat Umum Anggota
  2. Dewan Pengawas Perkumpulan sekurang-kurang terdiri dari:
    • 1 (satu) orang Ketua
    • 1 (satu) orang Sekretaris
  3. Dewan Pengawas Perkumpulan bertugas mengawasi kegiatan perkumpulan yang dijalankan oleh Dewan Pengurus, dan melaporkan ke Dewan Pembina jika terdapat pelanggaran AD/ART.
  4. Dewan Pengawas Perkumpulan bertanggung jawab dan melaporkan hasil kerjanya pada Rapat Umum Anggota.

Pasal 12

Dewan Pengurus Perkumpulan

  1. Dewan Pengurus Perkumpulan dipilih dalam Rapat Umum Anggota
  2. Dewan Pengurus Perkumpulan sekurang-kurang terdiri dari:
    • 1 (satu) orang Ketua merangkap Direktur Eksekutif
    • 1 (satu) orang Sekretaris
    • 1 (satu) orang Bendahara
  3. Dewan Pengurus Perkumpulan bertugas menjalankan kegiatan perkumpulan.
  4. Dewan Pegurus Perkumpulan bertanggung jawab dan melaporkan hasil kerjanya pada Rapat Umum Anggota.

Pasal 13

Departemen

  1. Untuk mempermudah koordinasi dan menjalankan kegiatan perkumpulan secara efektif, Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan dapat membentuk Departemen yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Dewan Pengurus Perkumpulan.
  2. Pembentukan Departemen harus diketahui oleh Dewan Pembina dan Dewan Pengawas
  3. Jumlah dan fungsi Departemen ditetapkan oleh Ketua Dewan Pengurus
  4. Setiap Departemen dipimpin oleh Ketua Departemen yang bertanggung jawab kepada Ketua Dewan Pengurus.

Pasal 14

Badan Pelaksana Harian

  1. Apabila dianggap perlu, Dewan Pengurus dapat membentuk Badan Pelaksana Harian.
  2. Badan Pelaksana Harian mendapat upah secara profesional sesuai kemampuan perkumpulan dan bertanggung jawab pada Dewan Pengurus Perkumpulan.
  3. Anggota Badan Pelaksana Harian dapat berasal dari anggota perkumpulan atau orang di luar anggota perkumpulan.
  4. Struktur, fungsi, dan upah Dewan Pelaksana Harian ditetapkan dalam Surat Keputusan perkumpulan.

BAB IV

RAPAT UMUM ANGGOTA

Pasal 15

Rapat Umum Anggota (RUA) terdiri atas:

  1. Rapat Umum Anggota
  2. Rapat Umum Anggota Tahunan
  3. Rapat Umum Anggota Istimewa
  4. Rapat Umum Anggota Luar Biasa

Pasal 16

  1. Rapat Umum Anggota dilakukan tiap 3 (tiga) tahun sekali.
  2. Rapat Umum Anggota menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan
  3. Rapat Umum Anggota memilih dan menetapkan Dewan Pengawas dan Dewan pengurus Perkumpulan.
  4. Rapat Umum Anggota menerima atau menolak Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus Perkumpulan.

Pasal 17

  1. Rapat Umum Anggota Tahunan dilakukan tiap 1 (satu) tahun sekali.
  2. Rapat Umum Anggota Tahunan menetapkan Anggaran Keuangan Perkumpulan tahun berikutnya.
  3. Jika diperlukan, Rapat Umum Anggota Tahunan dapat menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perkumpulan.
  4. Jika diperlukan, Rapat Umum Anggota Tahunan dapat meminta laporan dan bertanya pada Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus Perkumpulan.
  5. Rapat Umum Anggota Tahunan dapat dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Umum Anggota.

Pasal 18

  1. Apabila diperlukan, anggota dapat meminta diadakannya Rapat Umum Anggota Istimewa.
  2. Rapat Umum Anggota Istimewa dapat diadakan apabila disetujui oleh lebih dari setengah jumlah anggota.

Pasal 19

  1. Rapat Umum Anggota Luar Biasa dilakukan apabila Dewan Pegawas dan/atau Dewan Pengurus dinilai melakukan pelanggaran AD/ART.
  2. Rapat Umum Anggota Luar Biasa dilakukan jika ada permintaan dari Dewan Pengawas, Dewan Pengurus, atau 2/3 anggota Perkumpulan.
  3. Sebelum dilakukan Rapat Umum Anggota Luar Biasa, Dewan Pembina membubarkan Dewan Pengawas dan Dewan Pengurus.
  4. Rapat Umum Anggota Luar Biasa dilaksanakan oleh Dewan Pembina.

Pasal 20

Rapat Umum Anggota sah apabila dihadiri oleh lebih dari setengah anggota.

Pasal 21

  1. Rapat Umum Anggota dapat dilaksanakan secara tatap muka atau secara daring dengan aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan konferensi video.
  2. Anggota yang tidak dapat hadir secara fisik maupun daring dapat memberikan surat kuasa kepada anggota yang hadir.
  3. Surat kuasa dapat berbentuk fisik dan ditandatangani di atas meterai atau dalam bentuk digital yang disahkan dengan tanda tangan digital.

Pasal 22

Undangan Rapat Umum Anggota harus disampaikan kepada seluruh anggota selambat-lambatnya 5 (lima) hari sebelum tanggal pelaksanaan.

Pasal 23

  1. Keputusan dalam Rapat Umum Anggota sebisa mungkin dilakukan secara musyawarah untuk mencapai mufakat.
  2. Apabila tidak tercapai mufakat, keputusan dapat diambil melalui suara terbanyak.

BAB V

KERJASAMA

Pasal 24

  1. ID Institut dapat bekerja sama dengan organisasi atau pihak lain yang tidak bertentangan dengan visi dan misi perkumpulan.
  2. Kerja sama dengan pihak lain tidak boleh menganggu independensi, kredibilitas, dan integritas Perkumpulan.
  3. Kerja sama disahkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengurus Perkumpulan.
  4. Kerja sama dapat dibatalkan oleh Dewan Pembina dan/atau Rapat Umum Anggota.
  5. Pembatalan kerja sama oleh Dewan Pembina harus disahkan dalam Rapat Umum Anggota berikutnya.
  6. Apabila Rapat Umum Anggota menolak pembatalan kerja sama oleh Dewan Pembina, maka kerja sama itu dianggap tetap berlaku.

BAB VI

KEUANGAN

Pasal 25

  1. Pengelolaan penerimaan dan pengeluaran keuangan dilakukan oleh Dewan Pengurus Perkumpulan.
  2. Pengelolaan penerimaan dan pengeluaran keuangan diawasi oleh Dewan Pengawas Perkumpulan.
  3. Pengelolaan penerimaan dan pengeluaran keuangan dilaporkan pada Rapat Umum Anggota.

Pasal 26

Keuangan Perkumpulan ID Institute dapat berasal dari:

  1. Iuran Anggota.
  2. Pemasukan Dewan usaha di bawah perkumpulan.
  3. Hasil kerja perkumpulan.
  4. Donor atau sponsor yang tidak mengikat dan tidak menganggu independensi perkumpulan.
  5. Pemasukan dari sumber lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundangan Republik Indonesia.

BAB VII

PENUTUP

Pasal 27

Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya bisa dilakukan dan ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota.